FOREST
AND
BEYOND

Perempuan dan Pemuda dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan

Juni 2023 lalu, saya berkesempatan mengunjungi sebuah perkumpulan komunitas tapak yang terbentuk dari ground initiative masyarakat pedesaan setempat. Komunitas ini pada awalnya dimulai dari kelompok yang beranggotakan beberapa Kepala Keluarga yang mengembangkan inisiatif untuk memproduksi pupuk organik dan dijual ke perusahaan swasta sekitar desa sebagai sumber pendapatan alternatif. Nuansa “merasa memiliki” sangat kental terasa. Inklusif juga sangat terlihat dari komposisi perkumpulan tersebut. Laki-laki dan perempuan dewasa, tokoh masyarakat lintas gender, pemuda pemudi, bahkan anak-anak.

Satu generasi yang lalu, anggapan yang mendukung pendapat bahwa masyarakat pedesaan adalah agen deforestasi jamak diyakini. United Nations melalui Food and Agriculture Organization menyampaikan bahwa deforestasi di kawasan tropis di pertengahan tahun 1980an dilakukan oleh small-holder farmers dengan pendapatan per kapita di bawah rerata yang menerapkan slash and burn untuk lahan pertanian dan juga pengambilan hasil hutan untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga bagi masyarakat pedesaan. Studi terakhir menunjukkan bahwa rumahtangga dengan aset yang lebih besar dan yang memiliki akses ke pasar justru terbukti memiliki potensi lebih tinggi untuk melakukan pembabatan dan pengalih fungsian hutan daripada masyarakat dengan penguasaan aset yang lebih sedikit dan tinggal di kawasan yang terisolasi (akses ke pasar lebih sulit atau tidak tersedia sepanjang tahun).

Bagi masyarakat pedesaan, yang memang hidup dan menggantungkan penghidupannya dari hutan, seringkali menyadari bahwa hutan adalah titipan semata untuk mereka kelola secara lestari demi eksistensi dan kebermanfaatan hingga generasi-generasi mendatang. Pengaruh tokoh masyarakat perempuan juga ternyata kuat. Perempuan dianugerahi seni dalam mendidik dan olah rasa untuk menjalankan perannya sebagai Ibu, menjadi kekuatan tersendiri bagi tokoh masyarakat perempuan untuk disegani dan dihargai bahkan setara sebagaimana tokoh masyarakat dari kaum laki-laki. Oleh karena itu, mulai banyak inisiatif akar rumput yang sudah melibatkan kaum perempuan dan pemuda. Beberapa potensi dan tantangan dalam pelibatan perempuan dan pemuda dalam pengelolaan dan pemanfaatan hutan diuraikan secara singkat pada Tabel berikut:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *